Long Term Memory and Short Term Memory



Gue berharap siapapun lo yang lagi baca ini bertanya-tanya 'apaan nih maksud judulnya?' atau mungkin lo udah sedikit punya gambaran dan ngerasa 'gue tau nih ini tulisan mau bahas apa.' Yap, gue bakal bahas yang masih berhubungan sama yang namanya otak kiri dan otak kanan. Sebelum gue membahas topik ini lebih jauh, gue yakin lo pasti udah sering dengar, baca, atau lihat orang-orang bahas asal muasalnya bisa beda antara otak kiri dan otak kanan dan cara kerjanya yang ternyata bersinergis. Jadi, disini gue akan berkesimpulan bahwa lo udah tau tuh apa itu otak kiri dan otak kanan serta udah gak termakan sama mitos-mitos menyimpang yang berkembang di luar sana masalah ini, deal ya? :D

Beberapa waktu lalu gue lagi konsultasi belajar bareng teman-teman les gue sama guru Biologi. Disitu kita lagi bahas materi seputar system koordinasi gitu. Singkat cerita sampailah kami di pembahasan seputar otak. Guru gue ngejelasin kalau otak itu di bagi jadi otak kiri dan otak kanan. Otak kiri biasanya dikaitkan sama masalah intelegensi, linguistik, Short Term Memory, dsb. Sedangkan otak kanan berbungan dengan motivasi, cara dalam mengambil keputusan, Long Term Memory, dsb. Nah yang bikin gue amaze adalah masalah long term memory dan short term memory. Kenapa?

Lo pada sadar gak sih kalo sebenarnya dari SD sampai SMA (atau mungkin kuliah? Kalau yang ini mungkin beda-beda kali ya), kita, mostly, banyak menggunakan otak kiri daripada otak kanan? Kita lebih banyak disuruh menghafal dibandingkan mengerti konseptual dari pelajaran yang di ajarkan guru-guru di sekolah.  Ditambah waktu belajar yang cukup padat ini makin menambah ‘penderitaan’ kita (cie gitu haha) semasa sekolah. Akibatnya gak sedikit juga banyak siswa yang stress dan suka bolos atau mungkin lebih parahnya lagi, terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif kayak pergaulan bebas, narkoba, dsb. Duh amit-amit deh.

Dan yang lebih bikin gue kaget sekaligus ngerasa ‘gue pengen deh bisa mengalaminya’ adalah, sebenarnya kita dan Indonesia beserta system pendidikannya gak perlu loh memforsir tenaga  dengan system yang melelahkan seperti itu. Lo tau Finlandia? Negara yang termasuk dalam bagian Skandinavia itu memiliki waktu belajar paling sedikit di dunia! Dan hebatnya lagi system pendidikan di negara mereka merupakan system pendidikan terbaik di dunia loh. Bahkan Amerika Serikat, negara yang kita sebut sebagai negara adidaya itu sekarang sedang mencoba untuk meniru system pendidikan di negara yang berada di ujung utara eropa itu. Gak cuma negara itu, Korea Selatan dan Jepang juga memiliki system pendidikan yang hampir serupa dengan Finlandia.

Emangnya system pendidikan mereka kayak apa sih?

Jadi ternyata kedua negara itu punya system pendidikan yang lebih banyak menggunakan otak kanan daripada otak kiri. Dalam belajarnya, mereka sangat mendalami konsep terlebih dahulu baru kemudian jika sudah benar-benar mengerti konseptual dari suatu materi, mereka akan lanjut ke submateri dari bab yang sedang di pelajari. Bahkan katanya di waktu belajarnya itu, mereka ada tidur siangnya segala loh! Iri gak sih?? Beda banget dengan system pendidikan pada waktu zaman kita sekolah, atau mungkin sampai sekarang (gue kurang tau ya kalau system kurikulum terbaru kayak gimana, semoga lebih baik seperti yang gue jelaskan di tulisan ini hehehe) yang tidak terlalu menekankan pada konsep serta lebih banyak menghafal. Kita mungkin bisa cepat dalam menghafal pelajaran, tapi gak jarang juga kita cepat lupa terhadap pelajaran yang sama. Itulah yang namanya  Short Term Memory. Dan yang namanya short term memory itu, bikin kita jadi kurang meresapi pelajaran tersebut jauh sampai ke dalam.

‘Ya iyalah, kan di sekolah gak hanya di ajarin satu pelajaran aja, Friz.’ Eh, siapa bilang? Sebenarnya kita bisa meresapi pelajaran, gak hanya satu pelajaran, tapi banyak pelajaran. Caranya dengan mengerti konseptualnya. Kalau lo udah ngerti banget sama konsep dari suatu materi, maka kedepannya lo bakal jauh lebih enak dalam belajar dan juga lebih meresap ke otak dalam waktu yang lama, apalagi kalo sering di pelajari, bisa longlast di dalam otak. Maka ini loh yang namanya Long Term Memory.

Dan tahukah lo semua, kalau materi-materi pelajaran di negara kita lebih maju dari negara-negara lain seperti yang gue sebutkan di atas? Ya, banyak materi-materi pelajaran yang kita udah diajarkan duluan sedangkan negara-negara lain itu belum mempelajarinya. Istilahnya, kita udah sampai di subbab 5, mereka masih belajar di subbab 1 yang kebanyakan membahas soal konsep. Contohnya, lo masih ingat pelajaran fisika bab Usaha gak? Yang rumusnya Usaha= gaya x panjang lintasan (W= F x s)? Nah, kalo di sekolah, kita hanya membahas sekilas masalah ini. Sedangkan mereka (negara-ngara lain) mengulik lebih dalam lagi, kenapa sih kok bisa usaha= F x s? Atau kenapa sih kecepatan dan jarak itu sering di lambangkan huruf v dan s? And seriously, gue baru tau kalo v dan s itu kepanjangan dari velocity dan spatium setelah gue udah lulus SMA dan ikut les (gubraakk!), dan jangan-jangan kalian yang lagi baca ini juga baru tau ya? :p

Makanya sekarang gue gak terlalu heran kenapa banyak siswa-siswa dari Indonesia yang berdiri di podium tertinggi di berbagai Olimpiade Internasional, mengalahkan negara-negara lain. Kalau masalah bangga sih jelas gue ikut bangga lah dengan mereka, tapi seperti yang sudah gue jelaskan bahwa banyak materi pelajaran yang di negara kita udah di pelajari sedangkan di negara lain belum di pelajari sehingga mereka sebenarnya lebih tertinggal daripada kita. Ini terlepas dari soal apakah siswa di negara kita yang menang olimpiade itu belajar konsepnya juga atau gak loh ya. Tapi ironisnya, di dunia professional justru mereka yang lebih maju di bandingkan kita. What’s the matter?

Kembali lagi ke masalah otak kiri dan otak kanan. Negara-negara lain kayak Finlandia, Jepang, dan Korea Selatan itu lebih banyak menggunakan otak kanan dibandingkan otak kiri. Bukan berati otak kiri gak di pakai loh, tetap dipakai juga  tapi karena otak kanan yang lebih sering di pakai, maka mereka punya motivasi yang sangat tinggi untuk maju. Selain itu apa yang telah mereka pelajari di sekolah juga gak di lupakan begitu saja, melainkan digunakan saat sudah terjun ke dunia pekerjaan dan professional, karena kebanyakan dari mereka punya long term memory. Makanya Korea Selatan, negara yang dulu kurang diperhitungkan, sekarang berkembang pesat banget dalam berbagai bidang, ya salah satunya karena system pendidikannya yang baik ini.

Sekarang pertanyaannya, kita bisa gak ya kayak mereka? Jawabannya, ya pasti bisa lah! Mungkin sekarang kita sebagai generasi muda masih belum bisa berbuat banyak untuk mengubah system pendidikan kita secara langsung untuk lebih baik dan lebih banyak menggunakan otak kanan, karena hal ini masih diurusi oleh orang-orang yang jabatannya jauh diatas kita itu (baca: pemerintah). Tapi kita bisa mulai loh dari diri kita sendiri. Siapapun lo dan status lo (apakah siswa SMP, SMA, atau mahasiswa), kita bisa mulai dari diri kita dengan memahami konsep terlebih dahulu dalam belajar. Lebih bagus lagi cara belajar ini ditularkan ke teman-teman, adik kelas, dan orang-orang di sekitar lo. Gue masih percaya sama kalimat: Hal-hal kecil bisa menjadi suatu hal yang besar.  Dan ini juga berlaku dalam cara belajar long term memory ini, menularkan ke lingkungan di sekitar kita yang kecil lama kelamaan akan menyebar ke lingkungan yang besar, ke seluruh negeri ini. So, good luck for us! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA MENUJU PTN V : UMB-PT DAN HASIL YANG DITUNGGU-TUNGGU

CERITA MENUJU PTN III : RONIN NF KESAYANGAN....

CERITA MENUJU PTN IV : INTENSIF NF, SBMPTN 2014, DAN SIMAK UI 2014